Dengan senang hati membantu Anda. Bila ada pertanyaan jangan ragu untuk bertanya kepada Kami. Klik di bawah ini untuk memulai chat

Our Blog

Ramadan 2025: Perbedaan Tradisi Puasa di Berbagai Negara

Ramadan adalah bulan suci yang dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Meskipun inti dari ibadah puasa tetap sama, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari fajar hingga magrib, setiap negara memiliki tradisi unik dalam menyambut dan menjalani bulan Ramadan. Berikut adalah beberapa perbedaan tradisi puasa di berbagai negara yang menarik untuk diketahui:

 

1. Indonesia: Meriahnya Tradisi Ngabuburit dan Takjil Gratis

Di Indonesia, Ramadan identik dengan "ngabuburit," yaitu aktivitas menunggu waktu berbuka dengan berbagai kegiatan seperti berbelanja takjil, jalan-jalan sore, atau mengikuti kajian agama. Selain itu, berbagi takjil gratis menjadi tradisi yang sangat kental di berbagai daerah, di mana masyarakat saling berbagi makanan untuk berbuka puasa.

 

2. Arab Saudi: Suasana Masjidil Haram yang Semakin Khusyuk

Di Arab Saudi, terutama di Makkah dan Madinah, Ramadan menjadi waktu yang sangat istimewa. Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dipenuhi oleh jamaah dari seluruh dunia yang ingin menjalani ibadah dengan khusyuk. Tradisi membagikan kurma dan air zam-zam sebelum berbuka juga menjadi ciri khas Ramadan di negara ini.

 

3. Mesir: Meriahnya Lentera Ramadan (Fanoos)

Di Mesir, Ramadan tidak lepas dari lentera khas bernama Fanoos. Lentera ini menjadi dekorasi di rumah-rumah, jalanan, hingga pusat perbelanjaan, menciptakan suasana Ramadan yang penuh cahaya dan kehangatan. Selain itu, masyarakat Mesir memiliki tradisi "Mesaharaty," yaitu seseorang yang membangunkan warga untuk sahur dengan cara berkeliling sambil menabuh drum kecil.

 

4. Turki: Tradisi Sahur dengan Tabuhan Drum

Di Turki, ada tradisi unik di mana sekelompok pemain drum berkeliling untuk membangunkan warga menjelang sahur. Tradisi ini telah berlangsung selama ratusan tahun dan masih dilestarikan hingga sekarang. Selain itu, menu berbuka di Turki sering kali diawali dengan roti pide, sup lentil, dan berbagai hidangan khas lainnya.

 

5. Maroko: Harira dan Tradisi Keluarga

Di Maroko, Ramadan selalu diawali dengan berbuka menggunakan sup khas bernama Harira, yang dibuat dari tomat, kacang-kacangan, dan rempah-rempah. Selain itu, suasana Ramadan di Maroko juga sangat kental dengan kebersamaan keluarga, di mana makan sahur dan berbuka sering kali dilakukan bersama-sama dalam suasana yang hangat.

 

6. Pakistan: Iftar Kolektif dan Semangat Gotong Royong

Di Pakistan, umat Muslim kerap berbuka puasa bersama dalam skala besar. Banyak organisasi dan individu yang menyediakan makanan gratis bagi mereka yang kurang mampu. Tradisi ini memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial selama Ramadan.

 

7. Uni Emirat Arab: Pembagian Iftar Gratis di Masjid dan Jalanan

Di Uni Emirat Arab, pemerintah dan masyarakat bekerja sama menyediakan ribuan paket berbuka puasa yang dibagikan di berbagai masjid dan jalan-jalan utama. Tradisi ini menunjukkan betapa Ramadan adalah bulan berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

 

Menjalani Ramadan di Tanah Suci dengan Hidayatur.id

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer Ramadan di Makkah dan Madinah, Hidayatur.id siap membantu perjalanan ibadah Anda dengan berbagai paket umroh yang nyaman dan terpercaya. Nikmati momen spiritual yang mendalam selama Ramadan 2025 dengan fasilitas terbaik. Hubungi kami sekarang dan pesan perjalanan ibadah Anda bersama Hidayatur.id!

Ramadan di setiap negara memiliki ciri khasnya masing-masing, tetapi esensinya tetap sama: mendekatkan diri kepada Allah, meningkatkan ibadah, serta berbagi dengan sesama. Bagaimana dengan tradisi Ramadan di daerah Anda? Yuk, bagikan pengalaman dan cerita Anda di kolom komentar!